Hendak Cari Kayu, Warga Temukan Pria 53 Tahun Meninggal di Pondok Kebun Karet

img

Petugas saat menemukan mayat  di pondok kebun karet Desa Jembayan. (Doc. Polsek Loa Kulu)


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Hendak mencari kayu di kebun, dua warga justru menemukan seorang pria berusia 53 tahun meninggal dunia di sebuah pondok kebun karet di Jalan Houling MTK-BKS, area Timur Leste, RT 12, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (2/10/2026).

 

Pria tersebut diketahui bernama Rahmani (53), warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan.

 

Ia ditemukan di bagian belakang pondok yang berada di area kebun miliknya.

 

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto mengatakan, penemuan tersebut bermula ketika Hairul Tombe dan Dasri sedang mencari kayu di area kebun korban sekitar pukul 11.00 Wita.

 

Keduanya kemudian menuju pondok untuk meminta izin kepada korban sebelum mengambil kayu.

 

Mereka sempat memanggil korban dengan sebutan “Cil”, namun tidak mendapat jawaban.

 

Saat berada di sekitar pondok, kedua saksi mencium bau tidak sedap, mereka kemudian mengecek ke bagian belakang pondok dan melihat sesosok tubuh yang diduga merupakan Rahmani.

 

“Kedua saksi kemudian meninggalkan lokasi dan menyampaikan temuan itu kepada warga lainnya. Setelah dipastikan, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada kami,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

 

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Kukar untuk melakukan pemeriksaan.

 

Sekitar pukul 14.55 Wita, personel Polsek Loa Kulu bersama Unit Inafis Polres Kukar tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap TKP serta kondisi korban.

 

Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan di permukaan tanah bagian belakang pondok, tepat di bawah tangga.

 

Kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah mengalami pembusukan. Polisi kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dari para saksi dan memasang garis polisi di sekitar lokasi.

 

Sejumlah barang milik korban turut diamankan, yakni satu unit telepon seluler Xiaomi Redmi warna hitam, celana panjang jean warna biru, satu unit sepeda motor Honda Supra beserta kunci kontak, serta dompet warna hitam yang terbungkus plastik putih.

 

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

 

Sementara itu, penyebab pasti kematian belum disampaikan kepolisian.

 

Penanganan dilakukan dengan pemeriksaan TKP dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

“Untuk sementara kami masih melakukan penanganan sesuai prosedur. Jenazah sudah dievakuasi dan kami juga sudah melakukan pemeriksaan di lokasi serta meminta keterangan dari saksi-saksi,” pungkasnya. (Kriz)